Sumber Dokumentasi : Kontributor 

Semarang, KABARFREKUENSI.COM- DEMA Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Walisongo mengadakan buka bersama dengan SEMA, HMJ, KSM (Kelompok Studi Mahasiswa), Ormawa (Organisasi Mahasiswa Walisongo), serta pimpinan fakultas pada Kamis (13/03) pukul 16.00 WIB di depan Lobi FST. Acara ini dihadiri Dekan FST, Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag., dan Wakil Dekan 3, Dr. Ervin Tri Suryandari, S.Si., M.Si.

Selain acara buka bersama, juga diadakan sesi Ramah Tamah yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Musahadi, M.Ag selaku Dekan FST. Dalam penyampaiannya, Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang membawa berkah adalah kepemimpinan yang amanah dan memberikan dampak positif, bukan sebaliknya. Oleh karena itu, setiap pemimpin harus selalu melakukan introspeksi diri. Setelah penyampaian materi, Ia memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan aspirasi terkait fasilitas kampus atau hal lainnya.  Menanggapi hal tersebut, Ketua SEMA FST, Muhammad Ihsan Fikri, menyampaikan keluhannya terkait anggaran. Ia mengungkapkan bahwa pimpinan Ormawa belum mengetahui secara rinci alasan penurunan anggaran. "Mungkin dari pimpinan-pimpinan Ormawa ini belum mengetahui rincinya seperti apa, kok dari anggaran yang awalnya segini diturunkan menjadi segini," ujarnya.

Kemudian Dekan FST menanggapi keluhan tersebut dengan menjelaskan kondisi anggaran yang dihadapi. Ia menyampaikan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran menghadapi persoalan terkait kas negara. Menurutnya, pendapatan dan pengeluaran negara tidak berjalan begitu saja, tetapi harus direncanakan melalui Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN).

 "Saya rasa saudara-saudara mahasiswa mengetahui bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki persoalan terkait kas negara. Pendapatan dan pengeluaran negara tidak mengalir begitu saja, tetapi harus direncanakan dalam RAPBN. UIN sendiri telah diberi program-program dengan anggaran sekian dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Namun, pendapatan yang diharapkan tidak terealisasi. Selain itu, utang negara yang jatuh tempo mencapai 807 triliun. Akibatnya, RAPBN tahun ini tidak dapat terlaksana sebagaimana mestinya karena pendapatan dan belanja tidak sebanding," jelasnya.

Ketua DEMA FST, Bagas Putra Setiawan, turut menanggapi efisiensi dana yang dialami oleh Ormawa. Ia mengingatkan bahwa tidak mungkin memenuhi kepuasan semua pihak, namun tetap diperlukan semangat dan sikap kritis dalam menganalisis situasi yang terjadi. "Kita tidak bisa menyenangkan semua pihak, tetapi dari saya sendiri tetap semangat dan kritis terhadap analisis lingkungan yang terjadi. Harapannya, program kerja setiap Ormawa tetap bisa berjalan secara maksimal," tuturnya.


Penulis : Santi Alfifat Khurosyidah 

Editor : Dian Nur Hanifa