Ramadhan
selalu mengajarkan banyak hal, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga,
tetapi juga tentang keikhlasan berbagi. Di bulan yang penuh berkah ini, memberi
bukan sekadar kewajiban, melainkan sebuah wujud kepedulian yang menghangatkan
hati.
Menyadari
makna tersebut, mahasiswa Jurusan Matematika UIN Walisongo Semarang menggelar
acara buka bersama di Panti Asuhan Darul Karim pada Jumat, (14/3/2025).
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga
menjadi bagian dari tugas pengabdian Ramadhan dalam mata kuliah Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Melalui acara ini, mahasiswa belajar
untuk menerapkan nilai-nilai kepedulian sosial serta memahami arti berbagi
dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian
Kegiatan: Kebersamaan yang Bermakna
Acara
dimulai dengan pembacaan tahlil bersama, menciptakan suasana yang khusyuk dan
penuh kekhidmatan. Setelah itu, Mahasiswa mengajak anak-anak panti untuk
mengikuti berbagai kegiatan interaktif, seperti kuis islami dan permainan
edukatif. Kegiatan ini bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga untuk
menciptakan interaksi yang lebih akrab antara mahasiswa dan anak-anak panti.
Saat
adzan maghrib berkumandang, semua peserta menikmati hidangan berbuka puasa yang
telah disiapkan sebelumnya. Suasana penuh kehangatan terasa ketika mahasiswa
dan anak-anak panti duduk bersama menikmati hidangan sederhana dengan penuh
syukur. Setelah itu, mereka melaksanakan sholat maghrib berjamaah sebelum
melanjutkan acara berikutnya. Sebagai penutup, mahasiswa dan anak-anak panti
mengabadikan momen kebersamaan dengan sesi foto bersama. Wajah-wajah ceria yang
terpancar dalam foto menjadi bukti bahwa kebahagiaan bisa tumbuh dari
kepedulian dan kebersamaan.
Lebih
dari Sekadar Kegiatan, Sebuah Pelajaran Hidup
Acara
sederhana ini menyimpan pelajaran berharga bagi mahasiswa yang terlibat. Walaupun bagi
sebagian dari mereka, ini bukan pertama kalinya, namun disetiap kunjungan akan selalu mendapatkan perspektif yang berbeda. Proses persiapan acara
mengajarkan mereka tentang kerja sama, tanggung jawab, dan pentingnya
komunikasi yang baik.
Syafiqul
Akbar, selaku ketua acara, menjelaskan bahwa persiapan buka bersama ini telah
dimulai sejak satu minggu yang lalu. Berbagai hal dipersiapkan dengan matang,
mulai dari pembentukan panitia, penyusunan rundown acara, hingga pengelolaan
keuangan agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar. “Persiapannya cukup
banyak, di antaranya membentuk panitia, menyusun rundown acara, dan mengatur
manajemen keuangan agar semua dapat berjalan sesuai rencana,” tuturnya.
Salah
satu panitia juga menyampaikan kesan dan pesan terkait acara tersebut. Ia
mengaku terharu melihat semangat anak-anak panti yang tumbuh tanpa sosok orang
tua. “Jujur, sebagai perantau, saya merasa berat meninggalkan orang tua karena
masih sering bergantung pada mereka. Namun, melihat adik-adik panti yang tetap
ceria membuat saya sadar betapa kuatnya mereka,” ungkapnya. Ia juga menambahkan
bahwa pengalaman ini mengajarkan pentingnya bersyukur dan tidak mudah merasa
berada di titik terendah. “Masih banyak orang di luar sana yang menghadapi
situasi lebih sulit. Selagi orang tua masih ada, sayangi dan jangan sia-siakan
mereka,” pesannya.
Mengajak
Lebih Banyak Hati untuk Ikut Berbagi
Bulan
Ramadhan selalu menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal
dari apa yang kita terima, tetapi juga dari apa yang kita berikan. Acara
seperti ini membuktikan bahwa kepedulian tidak memerlukan alasan yang
rumit, cukup dengan niat tulus dan keinginan untuk berbagi kebahagiaan bisa
tercipta dengan sendirinya.
Namun,
kegiatan berbagi tidak harus menunggu Ramadhan tiba. Kepedulian bisa ditanamkan
dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui interaksi kecil maupun aksi nyata
yang membawa manfaat bagi sesama. Jika satu perbuatan baik dapat menginspirasi
yang lain, maka semakin banyak orang yang akan merasakan dampaknya. Maka dari
itu, mari kita jadikan
berbagi sebagai kebiasaan, bukan hanya sebagai acara tahunan. Karena di setiap
hati yang bersatu, selalu ada tangan yang siap membantu.
Penulis : Nida Izzatus Safa'ah ( LPM Frekuensi 24 )
Editor : Dian Nur Hanifah
0 Komentar